Sarapan sering menjadi bagian paling sederhana sekaligus paling berkesan dari liburan. Di Bandung, pilihan sarapan lokal cukup beragam dan mudah ditemukan sejak pagi hari, baik di warung kecil maupun tempat makan yang lebih besar.
Bubur ayam
Bubur ayam adalah sarapan yang populer di banyak kota, dan Bandung punya pilihan yang banyak. Biasanya disajikan dengan suwiran ayam, cakwe, kerupuk, dan bawang goreng. Sesuaikan tambahan dan sambalnya dengan selera.
Kupat tahu
Kupat tahu terdiri dari ketupat, tahu, tauge, dan bumbu kacang. Rasanya gurih dan mengenyangkan, cocok bagi Anda yang menginginkan sarapan yang lebih berat.
Surabi
Surabi adalah kue tradisional dari adonan tepung beras yang dimasak di atas tungku kecil. Ada versi gurih dan manis, misalnya dengan oncom atau kinca gula merah. Biasanya disantap hangat bersama teh atau kopi.
Pilihan lain
- Nasi kuning dengan lauk pelengkap, praktis untuk dibawa.
- Roti bakar dan kopi di kafe, cocok bila Anda ingin sarapan yang santai.
- Lontong atau nasi uduk di warung dekat penginapan.
Tips mencari sarapan
- Bangun lebih awal, karena beberapa warung terkenal cepat kehabisan.
- Tanyakan rekomendasi kepada pengelola penginapan atau warga sekitar.
- Bawa uang tunai kecil untuk warung yang belum menerima pembayaran nontunai.
- Periksa jam buka, karena tidak semua tempat buka setiap hari.
Menyesuaikan sarapan dengan kebutuhan Anda
Setiap orang punya kebutuhan yang berbeda, mulai dari anak kecil, orang tua, hingga yang memiliki pantangan makanan. Jika Anda memiliki alergi atau menghindari bahan tertentu, tanyakan kepada penjual tentang bahan dan cara pengolahannya sebelum memesan. Penjual umumnya senang menjelaskan.
Untuk anak kecil, pilih sajian yang tidak terlalu pedas dan minta sambal dipisah. Jika Anda bepergian dengan rombongan, memesan beberapa jenis sarapan untuk dicicipi bersama adalah cara seru untuk mengenal rasa lokal. Dan jika waktu terbatas, pilih warung yang dekat penginapan agar Anda tidak kehilangan waktu di perjalanan. Jangan lupa membawa uang tunai pecahan kecil, karena sebagian warung sederhana belum menerima pembayaran nontunai. Datang agak pagi juga membantu, karena menu favorit di warung populer sering habis lebih dulu.
Mencoba sarapan lokal membuat Anda merasakan keseharian warga setempat. Pilihlah penginapan yang dekat dengan area kuliner agar mudah mencari sarapan tanpa perjalanan jauh.